Antrean BBM Terjadi di Pontianak Jelang Lebaran
- Mar 19, 2026
- Muhammad Dwi Sugiharto
- Berita Lokal, Sekilas Berita Kota Pontianak
Pontianak, KIM DBT Desa Kenaman – Memasuki hari-hari terakhir jelang Hari Raya Idulfitri, antrean panjang kendaraan masih terpantau di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pontianak. Salah satu titik terpadat adalah SPBU Kota Baru, di mana masyarakat terlihat mengantre sejak pagi hingga larut malam.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (18/3/2026), kepadatan mulai terjadi sejak pukul 07.00 WIB pagi dan baru menunjukkan penurunan menjelang pukul 22.00 WIB. Para pengendara roda dua maupun roda empat tampak bersabar menanti giliran untuk mengisi tangki kendaraan mereka di tengah cuaca Kota Pontianak.
Dipicu Kekhawatiran Dampak Konflik Timur Tengah
Fenomena antrean panjang di Pontianak ini tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik global yang tengah memanas. Konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang meningkat sejak akhir Februari 2026 telah memicu kekhawatiran masyarakat terhadap gangguan pasokan energi nasional .
Kekhawatiran ini diperparah oleh beredarnya informasi mengenai ketahanan stok BBM nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari ke depan. Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di tengah memanasnya situasi geopolitik sempat memicu kepanikan di sejumlah daerah, meskipun pernyataan tersebut tidak bisa dimaknai secara sederhana sebagai indikasi kelangkaan .
Para pengamat mencatat bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur distribusi minyak dunia, terutama di kawasan Selat Hormuz yang menjadi lintasan bagi sekitar 20 persen perdagangan minyak global . Dengan kondisi Indonesia yang masih mengimpor 55-60 persen kebutuhan minyak nasional, gangguan logistik global dapat dengan cepat memicu tekanan pasokan dan harga.
Pemerintah Pastikan Stok Aman, Imbau Tidak Panic Buying
Merespons situasi ini, pemerintah pusat melalui berbagai kementerian dan lembaga terus memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa stok BBM nasional dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan hingga periode Lebaran.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Pemerintah juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga Hari Raya Idulfitri tahun ini .
"Insyaallah BBM kita, LPG kita, negara akan hadir. Saya mohon kepada saudara-saudara saya tidak perlu panic buying," ujar Bahlil dalam pernyataannya pekan lalu .
Pemerintah telah membahas kondisi energi nasional dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Dalam rapat tersebut diputuskan tidak ada kenaikan harga BBM dalam waktu dekat, dengan pemerintah akan menambah anggaran subsidi untuk menahan gejolak harga minyak dunia yang saat ini telah mencapai US$ 100 per barel, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$ 70 per barel .
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM dan elpiji menjelang mudik Lebaran. Pemerintah memastikan stok energi nasional cukup dan distribusi akan berjalan normal .
Langkah Antisipasi Pemerintah
Pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui diversifikasi sumber pasokan minyak dari negara di luar kawasan Timur Tengah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut PT Pertamina telah menjalin sejumlah nota kesepahaman dengan perusahaan energi asal Amerika Serikat, termasuk Chevron dan ExxonMobil .
Selain itu, Indonesia juga telah menandatangani perjanjian perdagangan (agreement of reciprocal trade/ART) dengan Amerika Serikat yang memungkinkan impor BBM dari AS direalisasikan mulai Maret 2026 .
Imbauan bagi Masyarakat
Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru berpotensi menimbulkan kelangkaan buatan dan mengganggu distribusi . Tindakan penimbunan BBM juga dilarang karena dapat merugikan masyarakat luas.
Untuk wilayah Kalimantan Barat khususnya Kota Pontianak, pemerintah daerah bersama Pertamina memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Masyarakat diimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak terpancing isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, serta kerja sama internasional yang telah dijalin, diharapkan kebutuhan energi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan lancar tanpa perlu ada kekhawatiran berlebihan.